Selasa, 03 Maret 2026

ISTILAH DALAM CARA MAKAN BIOTA LAUT

”ISTILAH DALAM POLA CARA MAKAN HEWAN LAUT” 

Dalam ekologi laut, organisme tidak hanya diklasifikasikan berdasarkan jenis atau taksonominya, tetapi juga berdasarkan cara memperoleh makanan atau strategi makan (feeding strategy). Pengelompokan ini penting karena setiap organisme memiliki peran berbeda dalam rantai makanan dan siklus materi di ekosistem laut, baik di kolom air maupun di dasar perairan (bentik). Berdasarkan cara memperoleh makanan, organisme laut sering dibagi ke dalam beberapa kelompok seperti filter feeder, deposit feeder, suspension feeder, grazer, predator, dan scavenger. Masing-masing kelompok memiliki mekanisme khusus untuk mendapatkan makanan dari lingkungan sekitarnya, mulai dari menyaring partikel di air, memakan sedimen yang kaya bahan organik, hingga memangsa organisme lain.

Berikut beberapa tipe yang umum dalam ekosistem laut:

1.     Filter Feeder : Organisme yang memperoleh makanan dengan menyaring partikel kecil dari air, seperti plankton, detritus, atau bahan organik terlarut.

-       Cara makan: Air masuk ke tubuh → partikel makanan disaring menggunakan struktur khusus seperti insang, tentakel, atau rambut halus.

-       Contoh hewan:

1.     Bivalvia

2.     Tiram

3.     Spons Laut

 

2.     Deposit Feeder : Organisme yang memakan sedimen (pasir atau lumpur) yang mengandung bahan organik seperti detritus, bakteri, dan mikroorganisme.

-       Cara makan: Sedimen ditelan → bahan organik dicerna → sisa sedimen dikeluarkan kembali.

-       Contoh hewan:

1.     Teripang

2.     Cacing Laut

3.     Kepiting

 

3.     Suspension Feeder : Organisme yang mengambil partikel makanan yang tersuspensi di kolom air, biasanya plankton atau detritus kecil.

-       Cara makan: Mirip, tetapi tidak selalu menggunakan sistem penyaringan khusus, kadang menggunakan tentakel atau lendir untuk menangkap partikel.

-       Contoh:

1.     Kerang Batu

2.     Anemon Laut

 

4.     Grazing Feeder : Hewan yang memakan alga atau tumbuhan laut yang menempel pada substrat seperti batu atau karang.

-       Cara Makan : Mengikis atau memakan alga yang tumbuh di permukaan.

-       Contoh hewan :

1.     Ikan Baronang

2.     Bulu Babi

3.     Keong Laut

Selasa, 10 Februari 2026

APA DIBALIK KEKEYAAN LAUT INDONESIA ADA PERUSAHAAN ASING YANG BEROPRASI?

 

Perusahaan

Negara Asal

Aktivitas

INPEX Indonesia | LinkedIn

INPEX

Jepang

INPEX adalah perusahaan energi asal Jepang yang sudah lama aktif di Indonesia sejak 1966. Mereka terlibat dalam eksplorasi, pengembangan, dan produksi minyak & gas lepas pantai, termasuk kegiatan di blok Mahakam di Kalimantan Timur sejak awal penemuan ladang Attaka di tahun 1970-an. INPEX berkontribusi dalam pencarian dan produksi hidrokarbon di perairan Indonesia sebagai kontraktor kontrak kerja sama (PSC)

 

Tag: ENI Italia - Arusbawah

Eni

Bendera Italia - Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

Italia

Perusahaan energi asal Italia ini aktif dalam eksplorasi dan produksi gas lepas pantai Indonesia. Eni memproduksi gas dari Merakes East field di blok East Sepinggan, lepas pantai Kalimantan Timur, dan baru-baru ini menemukan cadangan gas besar di Muara Bakau dekat Borneo. Produksi gasnya diproses dan disalurkan ke pasar domestik dan fasilitas LNG di Bontang.

 

Home | Opac Barata | Indonesian Energy Consultancy | Indonesian Energy  Consultancy

KUFPEC

Bendera Kuwait - Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

Kuwait

KUFPEC adalah unit eksplorasi dan produksi migas dari Kuwait Petroleum Corporation. Mereka mengembangkan Blok Anambas di Laut Natuna, termasuk investasi besar dalam pembangunan infrastruktur dan gas dari blok ini. KUFPEC juga memiliki partisipasi di Natuna Block A yang sudah menghasilkan gas, serta terlibat dalam studi eksplorasi blok lainnya seperti Melati dan Amanah

 

CNOOC Limited Announces Its 2024 Business Strategy and Development Plan -  ANTARA News

CNOOC

Bendera Tiongkok - Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

China

Perusahaan minyak & gas terbesar di Tiongkok memiliki kepentingan di beberapa proyek offshore Indonesia, seperti di proyek Tangguh LNG via partisipasi dalam konsorsium produksi gas lepas pantai di Papua Barat dan sejumlah kepentingan di blok-blok lain seperti Selat Madura. Mereka bekerja bersama mitra internasional sebagai bagian dari kontraktor kontrak kerja sama di laut Indonesia.

 

Beranda

BP Berau

Inggris

BP, melalui unitnya BP Berau Ltd, adalah bagian dari konsorsium operator di beberapa blok offshore di Indonesia, termasuk ladang gas besar Tangguh gas field di wilayah Bintuni Bay, Papua Barat. Di sana mereka menjadi salah satu pemegang saham dan operator dalam produksi gas alam yang signifikan di Indonesia timur.

 

Selasa, 03 Februari 2026

APA SALAH SATU PANTAI TERPANJANG DI INDONESIA TERCERAH DENGAN SAMPAH PELASTIK?

Wilayah pesisir merupakan zona peralihan antara daratan dan laut yang masih saling memengaruhi secara fisik, kimia, dan biologis, serta memiliki potensi sumber daya alam dan jasa lingkungan yang tinggi (Johan, 2016; Johan dkk., 2017; Johan dkk., 2018; Apriliansyah, 2018). Di balik potensi tersebut, wilayah pesisir juga menghadapi berbagai permasalahan lingkungan, salah satunya adalah pencemaran yang menurunkan kualitas lingkungan dan mengganggu keberlanjutan sumber daya pesisir. Salah satu bentuk pencemaran yang dominan adalah sampah laut (marine debris), yaitu material padat hasil aktivitas manusia yang sengaja atau tidak sengaja dibuang, terbawa melalui sungai, drainase, atau sistem pembuangan limbah, kemudian terakumulasi di laut akibat pengaruh arus dan angin (UNEP, 2005). Sampah laut terus meningkat setiap tahun, sementara penelitian terkait pengelolaan dan dampaknya masih tergolong terbatas (Djaguna, 2019). Keberadaan sampah laut berdampak langsung terhadap biota laut, kerusakan ekosistem, kesehatan masyarakat pesisir, estetika lingkungan, serta sektor ekonomi yang bergantung pada wilayah pesisir dan laut (MacGranahan et al., 2007).  

Permasalahan sampah laut juga tidak terlepas dari peningkatan timbulan sampah di daratan yang dihasilkan dari aktivitas manusia sehari-hari, seiring pertumbuhan penduduk dan intensifikasi kegiatan domestik maupun ekonomi (Widiawati dkk., 2014; Taufiqurrahman, 2016). Pembuangan sampah yang tidak terkelola dengan baik berpotensi mencemari lingkungan dan pada musim penghujan akan terbawa ke badan air, mengalir ke muara sungai, dan akhirnya bermuara di laut (Subekti, 2017). Sampah laut didefinisikan sebagai material padat yang ditinggalkan atau dibuang ke laut, baik secara langsung maupun tidak langsung, yang berpotensi mengancam keberlanjutan hidup biota laut dan kesehatan manusia (CSIRO, 2014 dalam Zulkarnaen, 2017; Yogiesti, 2010; Dwiyanto, 2011). Pantai Panjang merupakan salah satu wilayah pesisir di Kota Bengkulu yang memiliki potensi sumber daya alam dan fungsi pariwisata yang tinggi, namun juga menghadapi permasalahan pencemaran sampah laut. Masuknya sampah dari aktivitas wisata, limbah rumah tangga, serta aliran sungai berkontribusi terhadap akumulasi sampah di kawasan pantai dan perairan sekitarnya (Elyazar, 2007).

Kondisi Pantai Panjang Kota Bengkulu menunjukkan bahwa wilayah pesisir ini telah mengalami pencemaran sampah laut (marine debris) yang cukup signifikan. Penelitian yang dilakukan oleh Johan dkk. (2019) mengidentifikasi keberadaan dua jenis utama sampah laut di Pantai Panjang, yaitu sampah organik dan sampah anorganik, dengan total 34 jenis sampah yang ditemukan. Sampah organik terdiri atas 13 jenis, antara lain kayu, daun, akar, bambu, kelapa, kulit durian, pinang, dan mangrove, sedangkan sampah anorganik terdiri atas 21 jenis yang didominasi oleh plastik, botol kaca, styrofoam, karet, kain, serta berbagai produk rumah tangga berbahan sintetis. Dominasi sampah kayu pada kategori organik dan sampah plastik pada kategori anorganik menunjukkan tingginya tekanan aktivitas manusia dan limpasan dari daratan terhadap kawasan pesisir ini. Selain itu, jumlah potongan sampah tertinggi ditemukan pada sampah organik, sementara berat sampah juga didominasi oleh jenis sampah organik, yang mengindikasikan akumulasi material berukuran besar di kawasan pantai. Temuan tersebut menegaskan bahwa Pantai Panjang Kota Bengkulu telah tercemar oleh sampah laut dan memerlukan upaya pengelolaan serta pengendalian pencemaran secara berkelanjutan. 

Berdasarkan hasil survey yang saya lakukan dalam tugas mata kuliah Pencemaran Laut, didapatkan banyak sekali sampah pelastik yang telah mencemari Pantai Panjang Kota bengkulu, yaitu:

NO

PERUSAHAAN

NAMA

1

PT Djarum

Luffman Classics Mild

Clas Mild

2

PT HM Sampoerna

Marlboro (MAS)

Rokok Toppas

3

PT Gudang Garam

Zeez Rokok

4

PT Garudafood Putra Putri Jaya

Chocolatos

Garuda Pilus

5

PT Mayora Indah Tbk

Roma Bonita

Top Coffee

Kopikap Jumbo

Coki Coki

6

PT Indofood CBP Sukses Makmu

Indomie Mi Instan

Pop Mie

Sambal Fried Chicken

7

PT Indofood Sukses Makmur

Criscito

8

PT Ultrajaya Milk Industry

Teh Kotak / Teh Javana (brand Ultrajaya)

9

PT Frisian Flag Indonesia

Milku

10

PT Indolakto

Indomilk Kids

11

PT Cimory Dairyland

Cimory Yogurt

12

PT Yakult Indonesia Persada

Yakult

13

PT Danone Indonesia

Aqua

14

PT Amerta Indah Otsuka

Pocari Sweat

15

PT Coca-Cola Europacific Partners Indonesia

Sprite

16

PT Sinar Sosro

Teh Pucuk Harum

Frestea

17

PT Orang Tua Group

Oishi Pillow

Go! Potato

18

PT Siantar Top

Pilus Cup Cup WOW

Panther Cup

19

PT Nabati Group

Siip Nabati

20

PT Wings Group

Ale-Ale

Okky Jelly Drink

Gogoni Jelly

21

PT Kino Indonesia

Sabun Vovo

22

PT Unilever Indonesia

Ciptadent

23

PT Yupi Indo Jelly Gum

Yupi

24

PT ABC Central Food / Heinz ABC

Sambal Fried Chicken Indofood

25

PT Padimas

Padimas Roti Gulung

26

PT Nestlé Indonesia

Nescafé

27

ES Teh Indonesia Group

Es Teh Indonesia

28

Produsen Lokal

Panamas

Permen Kis

The Rio

Halocoko

Sampah plastik di laut merupakan permasalahan lingkungan serius karena sifatnya yang persisten dan berdampak luas terhadap ekosistem pesisir dan laut. Upaya pengurangan sampah plastik perlu dilakukan secara terintegrasi dari hulu hingga hilir dengan melibatkan berbagai pemangku kepentingan.

Upaya Mengurangi Sampah Plastik di Laut

  1. Pengurangan dari sumber (source reduction) melalui pembatasan penggunaan plastik sekali pakai dan penerapan kebijakan substitusi material ramah lingkungan.
  2. Peningkatan pengelolaan sampah daratan dengan optimalisasi sistem pemilahan, pengumpulan, dan pengangkutan sampah agar tidak masuk ke badan air dan laut.
  3. Edukasi dan perubahan perilaku masyarakat pesisir dan wisatawan untuk meningkatkan kesadaran terhadap dampak sampah plastik serta mendorong praktik konsumsi berkelanjutan.
  4. Penguatan kegiatan pembersihan pesisir dan laut secara rutin sebagai upaya mitigasi langsung terhadap akumulasi sampah plastik yang telah terlanjur mencemari lingkungan.
  5. Pengembangan kolaborasi multipihak antara pemerintah, akademisi, sektor swasta, dan komunitas lokal dalam pengelolaan sampah plastik berbasis ekosistem pesisir.

DAFTAR PUSTAKA

ISTILAH DALAM CARA MAKAN BIOTA LAUT

”ISTILAH DALAM POLA CARA MAKAN HEWAN LAUT”   Dalam ekologi laut, organisme tidak hanya diklasifikasikan berdasarkan jenis atau taksonominy...